ads here

Sibuklah Memperbaiki Dirimu!

advertise here
Sumber: https://www.google.co.id
Suatu ketika, kita pernah mendapati seorang teman yang tergolong mampu kehidupan ekonominya, membeli tas keluaran terbaru sebuah brand luar negeri yang cukup ternama, dengan harga sekian juta, lantas kita berpendapat bahwa teman tersebut termasuk boros dan hanya memikirkan duniawi saja.

Ada juga seorang teman yang setelah menikah, rela berpisah jarak dan waktu dengan pasangan dan anak-anaknya untuk penghidupan keluarga yang lebih baik, tetapi kita malah berpendapat bahwa teman tersebut hanya berpikir menggadaikan materi saja, bukan memikirkan keutuhan keluarga. Padahal ternyata, keluarga si teman baik-baik saja, tetap rukun dan bahagia, sementara kehidupan kita yang sering berkumpul di rumah, justru meributkan hal-hal sepele dan terkesan kurang harmonis.

Ketika melihat istri tetangga yang juga berpenghasilan di luar rumah atau memilih menjadi seorang karyawati, sementara kita memilih menjadi ibu rumah tangga dengan alasan agar lebih mudah mengurus rumah dan keluarga, kita bilang bahwa istri tetangga tersebut termasuk perempuan yang tidak bersyukur.

Padahal kita tidak tahu, istri tetangga tersebut rela bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan bagi suami dan anak-anaknya, serta melakukan aktivitas rumah tangga lainnya semata ingin tetap melakukan kewajiban sebagai istri dan ibu, meskipun dirinya harus berpenghasilan di luar rumah.

Kita seringkali merasa, hidup seolah tidak adil dan tidak berpihak. Sudah bekerja keras siang dan malam, tetapi kehidupan ekonomi keluarga tetap pas-pasan. Sementara, menurut penglihatan kita,  tetangga depan rumah, selalu dilimpahi rejeki sehingga bisa hidup bermewah-mewahan. Padahal, sesungguhnya kita tidak tahu, perolehan rejeki tetangga tersebut, halal ataukah haram, adakah sebagian rejekinya disedekahkan atau tidak, atau dia ingat ataukah lupa tentang zakat yang harus dikeluarkan.

Begitulah. Kita seringkali menilai orang lain dari hal-hal yang tampak dari penglihatan kita saja. Padahal kita tidak pernah tahu, apa yang sebenarnya orang lain hadapi, orang lain lakukan, kesulitan-kesulitan dan berbagai permasalahan dalam kehidupannya, yang semuanya itu diluar sepengetahuan kita.

Justru yang sering terjadi adalah kita sering berburuk sangka pada orang lain. Na’udzublillah.

Hidup ini memang tidak melulu tentang diri sendiri. Ada hak orang lain disana. Tetapi bukan berarti kita juga turut campur dalam kehidupan mereka. Setiap insan telah memiliki porsi kehidupan sendiri-sendiri.

Kita tidak perlu mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita. Tidak perlu menggunakan ‘kacamata’ kita untuk menilai orang lain, sebab penampilan luar belum tentu mencerminkan sifat aslinya.

Marilah menjadi insan yang terus sibuk memperbaiki diri sendiri. Datangkan selalu energi positif dalam kehidupan kita. Semakin kita menjadi lebih baik, insyaaAllah lingkungan di sekitar kita juga terkena dampak positifnya.


#Inspirasi
BERIKAN KOMENTAR ()