ads here

Miris! Pejuang Kemerdekaan yang Kini Terlupakan

advertise here
Badannya sudah tak segagah dulu. Jalannya pun harus menggunakan tongkat. Tapi semangat dalam dirinya masih terus membara. Itu terlihat ketika beliau datang bersusah payah untuk menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-72 di Banda Aceh. Suaranya masih tetap lantang menyanyikan lagu Indonesia Raya. Meski sesekali harus menyeka air mata dan menangis.

Miris! Pejuang Kemerdekaan yang Kini Terlupakan
Sumber: Laman Facebook seorang wartawan Harian Rakyat Aceh #Veteran #HUTRI #Kemerdekaan #Hormat #UpacaraKemerdekaan — at Blang Padang Banda Aceh.
Entah ada unsur kesengajaan atau tidak, para veteran ini duduk dibelakang para juniornya. Bahkan mereka tidak berada dalam satu tenda. Namun berada diluar tenda yang notabenenya berada di bawah para penguasa yang kini menghirup segarnya udara kemerdekaan berkat para veteran itu.

"Ndak apa, kami duduk di belakang saja, disini lebih enak, tidak ribet", ujar veteran itu dengan wajah sendu.

Baginya tak masalah ditempatkan dibelakang, karena memang orang tua kini mendorong yang muda untuk mengisi kemerdekaan dengan tujuan sejahtera dan adil merata.

Keadaan semakin miris ketika prosesi penaikan bendera dimulai. Veteran itu dengan susah payah berdiri dengan sisa-sisa tenaga yang ada. Ia hanya bisa memberi hormat, ia tak bisa melihat gagahnya pengibaran bendera merah putih yang ia perjuangkan dulu karena terhalang para generasi penerus bangsa ini.

Orang seperti beliau tidak mengharapkan apa-apa, karena mereka ikhlas berjuang demi kemerdekaan. Bukan demi jabatan dan lain-lain. Tapi, apakah pantas mereka mendapatkan hal yang demikian?

Padahal hari kemerdekaan ada hari untuk mengenang jasa-jasa mereka. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Negara ini memang tidak bisa menghargai jasa para pahlawannya.

BERIKAN KOMENTAR ()