ads here

Viral! Surat Terbuka Jonru Ginting untuk Tere Liye

advertise here

Mas Tere Liye yang Baik,

Entah dirimu sudah mengetahui atau belum, yang jelas sejak sekitar tahun 2010 lalu dunia SELF PUBLISHING di Indonesia sudah mulai marak. Semakin ke sini, semakin banyak penulis yang menerbitkan bukunya secara mandiri. Tidak lagi tergantung pada toko buku besar dan penerbit mayor.

Saya tak akan banyak berteori, karena mungkin mas Tere Liye bosan membacanya. Saya coba berikan gambaran konkrit saja:
  1. Untuk biaya cetak, mas Tere Liye bisa pakai uang sendiri, atau cari pemodal, atau ngutang.
  2. Jika royalti besarnya maksimal 15% (itu pun masih dipotong pajak), maka dari self publishing engkau bisa mendapat laba sekitar 20 hingga 60 persen.
  3. Untuk penjualan buku, bisa dilakukan secara online, atau di acara-acara yang diisi oleh mas Tere Liye. Nitip di @jonrubookstore juga boleh, hehehe…. #IklanNumpangLewat 🙂
  4. Soal pajak? Hm… Ini tidak etis jika saya sampaikan di ruang publik. Yang jelas, pasti mas Tere Liye akan sangat SUMRINGAH saat mendengarnya.
  5. Untuk meningkatkan penjualan, mas Tere Liye bisa bekerja sama dengan banyak reseller. Saya yakin banyak penggemarmu yang siap membantu.

Menurut pengalaman saya, mas:

Untuk penulis seterkenal dirimu, saya yakin hasil penjualan (baik dari segi oplah maupun rupiah) insya Allah  jauh lebih besar ketimbang menerbitkan buku dengan cara seperti yang selama ini engkau lakukan. Percayalah padaku, karena aku praktisi self publishing sejak tahun 2007.

Soal proses produksi bukunya (editing, pembuatan cover, percetakan, dst), tentu bisa meng-hire orang lain. Saya yakin banyak yang siap membantu.

Oh ya, saya menulis surat terbuka ini, insya Allah bebas dari kepentingan apapun. Bukan dalam rangka “ingin kebagian proyek” atau semacam itu. Saya paling kagak suka sama yang begituan.

Insya Allah ini murni karena ingin membantu sesama muslim. Sekaligus menebus kesalahan saya yang dulu, hehehehe… 🙂

Sekian dari saya. Mohon maaf bila tidak berkenan, seperti misalnya terkesan menggurui.

Teruslah menulis Mas Tere Liye. Indonesia memerlukan penulis cerdas dan kritis sepertimu.

Tertanda,

Jonru Ginting
BERIKAN KOMENTAR ()